Hario V60

Hario V60


Dari gerakan kopi spesialti yang berkembang dalam beberapa tahun ini, satu alat seduh muncul sebagai sebuah alat seduh yang menyimbolkan penyeduhan kopi spesialti di berbagai belahan dunia, alat itu adalah Hario V60. Alat seduh ini populer karena kemampuannya untuk menghasilkan kopi tanpa ampas dan mengeluarkan banyak rasa yang terkandung di dalam kopi. Selain itu juga, meskipun terlihat mudah, untuk menghasilkan rasa kopi yang nikmat dengan menggunakan alat ini memerlukan kemampuan menyeduh dan pemahaman mengenai kopi yang baik. Sehingga apabila seorang barista menyeduh kopi dengan alat ini, terlihat bahwa barista tersebut memiliki kemampuan dan pemahaman yang mumpuni. Bahkan, karena popularitasnya di dunia kopi spesialti, alat ini juga dipajang di banyak kafe saat ini sebagai penanda bahwa kafe tersebut juga ikut berkecimpung dalam gerakan kopi spesialti. Meskipun tidak sedikit juga kafe yang memajang alat ini namun tidak menggunakannya untuk membuat kopi.

Metode seduh penuangan (pour over) dengan saringan kertas ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Melitta Bentz pada tahun 1908. Dari keinginannya untuk meminum kopi yang tidak terlalu pahit dan praktis, Melitta Bentz bereksperimen dengan berbagai macam material dan menemukan metode saringan menggunakan kertas. Dari penemuannya ini, Melitta Bentz kemudian membuat perusahaan untuk memproduksi saringan kopi dari kertas dan berhasil menjual 1200 lembar pada Leipzig World Fair tahun 1909. Sejak saat itu, perusahaan Melitta Bentz terus berkembang melewati dua perang dunia dan menjadi perusahaan besar yang memproduksi peralatan kopi di Eropa dan Amerika hingga sekarang. Sementara itu, saringan kertas diadopsi oleh banyak perusahaan seperti Chemex dan Kalita untuk membuat alat seduh mereka sendiri.

Hario sendiri merupakan perusahaan dari Jepang yang didirikan pada tahun 1921 dengan fokus membuat kaca tahan panas untuk peralatan laboratorium. Bahkan, nama Hario memiliki arti Rajanya Gelas dalam bahasa Jepang. Dari latar belakang ini, pada tahun 1949 Hario mulai memproduksi alat seduh kopi berupa Coffee Syphon yang kemudian dikembangkan di tahun 1957 menjadi syphon yang menggunakan saringan kain. Alat seduh V60 sendiri diperkenalkan oleh Hario pada tahun 2005 dan langsung mendapatkan sambutan positif dari dunia perkopian internasional.

Nama V60 diambil dari bentuk kerucut alat ini yang berbentuk seperti huruf V dan memiliki sudut 60o. Di sisi dalam alat ini terdapat alur spiral yang berfungsi untuk mengalirkan air dan mengeluarkan gas yang keluar dari kopi pada saat penyeduhan. Di tengah-tengah kerucut, terdapat satu lubang besar tempat keluarnya hasil seduhan kopi. Ukuran lubang yang besar membuat air seduhan kopi dapat mengalir dengan cukup deras sehingga penyeduhan kopi dapat dilakukan tanpa ekstraksi yang berlebih. Selain alat seduh, Hario juga mengeluarkan teko dengan leher angsa bernama Hario Buono sebagai pelengkap yang berguna untuk membantu menyeragamkan aliran penuangan pada saat penyeduhan kopi. Sementara untuk kertas, terdapat dua jenis kertas yang disediakan Hario, yaitu jenis yang dikelantang (bleached) dan yang tidak dikelantang (unbleached) tanpa perbedaan yang signifikan terhadap rasa seduhan kopi. Tetapi dalam praktiknya, untuk kertas yang tidak dikelantang dibutuhkan pencucian yang lebih banyak di awal penyeduhan untuk menghilangkan rasa kertas pada hasil seduhan.

Meskipun bentuknya simpel, penyeduhan kopi menggunakan Hario V60 merupakan proses yang cukup rumit. Untuk alat seduh ini, terdapat beberapa faktor utama yang berpengaruh pada rasa seduhan kopi:
  1. Ukuran gilingan kopi berpengaruh kepada level ekstraksi kopi dan waktu seduh. Secara umum, gilingan yang lebih halus menghasilkan rasa kopi yang cenderung pahit sementara gilingan yang kasar menghasilkan rasa kopi yang cenderung asam. Namun, apabila gilingan kopi yang digunakan terlalu kasar, air akan mengalir dengan sangat cepat sehingga ekstraksi kopi menjadi sangat sedikit dan menghasilkan kopi yang hambar. 
  2. Suhu air berpengaruh pada kemampuan air untuk mengekstraksi kopi pada saat penyeduhan. Temperatur yang biasanya digunakan berkisar antara 80 - 95 oC. Secara umum, suhu air yang tinggi menghasilkan seduhan kopi yang cenderung pahit sementara suhu air yang rendah menghasilkan seduhan kopi yang cenderung asam. Perlu diperhatikan juga jika suhu terlalu rendah, kemampuan air untuk mengekstraksi kopi akan menjadi sangat lemah sehingga menghasilkan kopi yang hambar.
  3. Debit air berpengaruh pada waktu seduh dan ekstraksi kopi. Dalam proses penyeduhan, debit air diatur dengan mengatur cara menuang air pada kopi. Secara umum, apabila permukaan air berada lebih tinggi daripada permukaan kopi, aliran air memiliki debit yang lebih besar dibanding jika permukaan air berada di dekat permukaan kopi. Dengan debit air yang besar, waktu seduh menjadi semakin singkat. Namun, jika debit air terlalu besar, kontak antara air dengan kopi tidak berlangsung dengan optimal sehingga ekstraksi kopi tidak terjadi dengan baik dan berakibat pada rasa kopi yang hambar. Salah satu hal yang juga harus diperhatikan adalah stabilitas debit untuk menyeragamkan ekstraksi selama penyeduhan. Oleh karena itu, penggunaan teko berleher angsa dianjurkan karena teko tersebut dapat mengeluarkan air dengan debit yang stabil.
  4. Rasio kopi dan air berpengaruh pada waktu seduh dan kekentalan hasil penyeduhan. Pada umumnya untuk alat ini rasio yang digunakan adalah 1:10 hingga 1:17, yaitu 1 gr kopi untuk 10 - 17 gr air. Apabila rasio kopi dan air terlalu besar, selain membuat kopi menjadi encer, juga membuat proses ekstraksi yang berkepanjangan sehingga sari kopi yang menghasilkan rasa pahit di akhir ekstraksi juga ikut terlarut dalam seduhan kopi.
  5. Cara menuang berpengaruh pada keseragaman ekstraksi kopi di dalam alat. Cara menuang yang lazim digunakan adalah berputar dengan debit yang stabil sehingga kopi terekstraksi secara merata. Namun tentunya setiap orang memiliki gayanya masing-masing, tergantung pada pengalaman dan kenyamanan masing-masing. Untuk memastikan keseragaman ekstraksi, beberapa orang juga mengaduk kopi di dalam alat V60. 
Semua faktor di atas berkelindan erat pada saat penyeduhan kopi dengan masing-masing faktor mempengaruhi faktor lainnya sehingga diperlukan eksperimen dan latihan untuk dapat menguasai alat ini. Hal ini tentunya dianjurkan karena berlatih dengan alat ini dapat membantu banyak dalam pemahaman mengenai teknik penyeduhan kopi. Selain itu juga, apabila bisa menguasai teknik penyeduhan dengan alat ini, salah satu keunggulan alat ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan spektrum rasa yang sangat beragam dengan mengubah faktor-faktor penyeduhan. Hal ini tentunya menguntungkan karena dengan demikian kita dapat memenuhi banyak tipe selera sesuai dengan kebutuhan.

Hario V60 adalah alat penyeduh kopi yang mampu menghasilkan rasa kopi yang lebih intens dibandingkan alat seduh lainnya. Selain itu juga, banyaknya faktor yang dapat diubah membuat alat ini sangat fleksibel dan mampu menghasilkan spektrum rasa yang beragam. Namun demikian, apabila tidak dilakukan dengan baik, menyeduh dengan alat ini juga berpotensi membuat rasa kopi menjadi sangat tidak enak, baik hambar, pahit, atau masam. Perlu diingat juga bahwa masing-masing kopi memiliki parameter penyeduhan optimal yang berbeda, bergantung pada jenis kopi dan profil sangrai yang digunakan. Untuk itu, diperlukan latihan dan eksperimentasi yang berulang untuk mendapatkan hasil seduh yang optimal dari alat ini.

Selamat berlatih dan bereksperimen!

Artikel Terkait