Sunda Dewi Rengganis Orkide & Coffee Adorers


Sunda Dewi Rengganis

Orkide & Coffee Adorers

Proses Pasca Panen
Semi Washed
Penyeduh
Pribadi
Profil Sangrai
Medium Light
Metode Seduh
Hario V60
Tanggal Sangrai
21 Mei 2015
Tanggal Seduh
24 Mei 2015
Harga
Rp 100.000 per 250gr
Nilai
8.5/10

Rasa yang Timbul
Melati, Teh Hitam, Karamel, Jeruk Nipis

Indonesia merupakan daerah pertama di luar dataran Arabia dan Ethiopia dimana kopi ditanam secara luas. Bahkan, hingga sekarang, frase "a cup of Java" masih bermakna segelas kopi di Eropa dan Amerika. Berbicara mengenai kopi di Indonesia, tentunya tidak bisa lepas dari peran kopi di Pulau Jawa, terutama di Tanah Pajajaran. Dengan dataran tinggi yang cukup luas, pulau Jawa memiliki prospek perkebunan kopi varietas arabika yang cukup baik. Prospek inilah yang dikembangkan oleh Belanda pada tahun 1696 dalam upaya mereka mendobrak monopoli perdagangan kopi dunia oleh bangsa Arab. Awalnya, Belanda mencoba penanaman kopi dengan biji kopi yang didapat dari kawasan Ethiopia di Batavia di daerah yang sekarang dinamakan Pondok Kopi namun gagal karena banjir. Namun, karena tingginya permintaan dunia akan kopi, Belanda mencoba lagi untuk membudidayakan kopi pada tahun 1699 dan berhasil. Hingga akhirnya pada tahun 1711, ekspor kopi pertama dikirim dari pulau Jawa ke Eropa oleh VOC. Untuk meningkatkan volume kopi yang ditanam, Belanda memberlakukan sistem tanam paksa dan berhasil meningkatkan ekspor kopi dari Indonesia menjadi 60 ton per tahun dalam 10 tahun. Namun, karena penyakit karat daun yang tersebar pada tahun 1876, banyak varietas arabika Typica yang dibawa oleh Belanda musnah dan digantikan dengan varietas lain yang lebih tahan hama. Kejadian ini mendorong masuknya kopi robusta di Indonesia terutama di ketinggian yang lebih rendah dimana efek hama ini lebih terasa. Selain itu, hama karat daun juga mendorong persilangan varietas untuk memperkuat ketahanan kopi dari hama.

Orkide & Coffee Adorers sendiri sudah berkecimpung lama di dunia kopi spesialti Indonesia. Dimulai oleh Levi, panggilan akrab dari Azhar Levi Sianturi, Orkide & Coffee Adorers melakukan penyangraian kopi di Pasar Santa Lt 2 kios No. 118 sejak tahun 2012. Kopi Sunda Dewi Rengganis yang disangrai oleh Orkide & Coffee Adorers adalah kopi arabika dengan varietas Typica yang merupakan varietas asli kopi dari dataran Arabia yang dibawa ke Indonesia oleh Belanda. Bahkan, konon kopi Dewi Rengganis ini merupakan turunan langsung dari kopi yang dibawa Belanda di abad 17 yang dibudidayakan kembali. Kopi ini ditanam di Gunung Manglayang, Bandung Utara pada ketinggian 1400 m di atas permukaan laut oleh koperasi Kopi Florist. Untuk alasan tertentu, nama kopi ini diambil dari nama tokoh Dewi Rengganis yang konon berdiam di puncak gunung Argopuro.

Kopi Sunda Dewi Rengganis yang disangrai oleh Levi memiliki karakter yang lazimnya ditemukan pada kopi yang berasal dari Amerika Latin. Karakter utama yang timbul setelah diseduh adalah aroma melati yang semerbak. Ketika diminum, terdapat rasa teh hitam dan melati yang dominan dengan sedikit rasa herbal dan manis karamel. Keasaman dan kekentalan seduhan kopi ini tergolong rendah dengan rasa asam yang menyerupai jeruk nipis dan kekentalan yang menyerupai teh. Ketika dingin, rasa asam jeruk nipis menjadi lebih terasa sementara rasa teh hitam dan aroma melati tetap dominan.

Kopi Sunda Dewi Rengganis hasil sangraian Orkide & Coffee Adorers memberikan pengalaman mengopi yang unik. Jika pada umumnya kopi dari pulau Jawa memiliki karakter cokelat yang kental, kopi Sunda Dewi Rengganis ini memberikan aroma dan rasa teh hitam bercampur melati yang kental dari awal hingga akhir. Kopi ini cocok untuk diminum di sore hari untuk menemani waktu santai. Rasa manis kopi ini juga membuat kopi ini cocok bagi peminum kopi yang ingin memulai meminum kopi tanpa gula.

Artikel Terkait