Mengenal Pesawat F-16 Fighting Falcon



Photo 20031215 123321.jpg

Pesawat F-16 Fighting Falcon merupakan jenis pesawat jet tempur yang dikembangkan oleh General Dynamics yang merupakan pabrikan pesawat di Amerika yang memilki kemampuan multi peran supersonic. Pada awal pembuatanya pesawat ini hanya dirancang sebagai pesawat tempur ringan saja, sejalan dengan perkembanganya pesawat ini menjadi pesawat perang dengan multi peran yang sangat populer hampir diseluruh dunia. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat.
Karena memilki kemampuan yang sangat mumpuni ini pesawat ini sangat popular di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor. Indonesia adalah salah satu dari 24 negara yang membeli F16, indonesia setidaknya memiliki 16 buah pesawat ini.
Pada dasarnya pesawat ini memilki kemampuan tempur yang dapat dikatakan sangat bagus. Itu dapat dilihat dari berbagai inovasi yang dilakukan seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Selain itu pada pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g. F-16 A/B awalnya dilengkapi Westinghouse AN/APG-66 Pulse-doppler radar, Pratt & Whitney F100-PW-200 turbofan, dengan 14.670 lbf (64.9 kN), 23.830 lbf (106,0 kN) dengan afterburner. Angkatan Udara AS membeli 674 F-16A dan 121 F-16B, pengiriman selesai pada Maret 1985.
Pada saat ini pesawat F-16 ini memilki beberapa varian yang tersedia mulai dari versi pertama hingga versi sekarang ini. Varian dari pesawat ini ditandai dengan blok-blok sesuai dengan pembaruan atau versi yang dikembangkan, berikut ini merupakan varian dari pesawat ini yaitu:
·         Blok 1
Blok awal (Blok 1/5/10) memiliki relatif sedikit perbedaan. Sebagian besar diperbarui menjadi Blok 10 pada awal 1980-an. Ada 94 Blok 1, 197 Blok 5, dan 312 Blok 10 yang diproduksi. Blok 1 model awal produksi dengan hidung dicat hitam.
·         Blok 5
Diketahui kemudian bahwa hidung hitam menjadi identifikasi visual jarak jauh untuk pesawat Blok 1, sehingga warnanya diubah menjadi abu-abu untuk Blok 5 ini. Pada F-16 Blok 1, ditemukan bahwa air hujan dapat berkumpul pada beberapa titik di badan pesawat, sehingga untuk Blok 5 dibuat lubang saluran air.
·         Blok 10
Pada akhir 1970-an, Uni Soviet secara signifikan mengurangi ekspor titanium, sehingga produsen F-16 mulai menggunakan alumunium. Metode baru pun dilakukan: aluminum disekrup ke permukaan pesawat Blok 10, menggantikan cara pengeleman pada pesawat sebelumnya.
·         Blok 15
Perubahan besar pertama F-16, pesawat Blok 15 ditambahkan stabiliser horizontal yang lebih besar, ditambah dua hardpoint di bagian dagu, radar AN/APG-66 yang lebih baru, dan menambah kapasitashardpoint bawah sayap. F-16 diberikan radio UHF Have Quick II. Blok 15 adalah varian F-16 yang paling banyak diproduksi, yaitu 983 buah. Produksi terakhir dikirim pada tahun 1996 ke Thailand. Indonesia memiliki varian ini sebanyak 12 unit.
·         Blok 15 OCU
Mulai tahun 1987 pesawat Blok dikirim ke dengan memenuhi standar Operational Capability Upgrade(OCU), yang mencakup mesin F100-PW-220 turbofans dengan kontrol digital, kemamampuan menembakkan AGM-65, AMRAAM, dan AGM-119 Penguin, serta pembaruan pada kokpit, komputer, dan jalur data. Berat maksimum lepas landasnya bertambah menjadi 17.000 kg. 214 pesawat menerima pembaruan ini, ditambah dengan beberapa pesawat Blok 10.
·         Blok 20
150 Blok 15 OCU untuk Taiwan dengan tambahan kemampuan yang serupa dengan F-16 C/D Blok 50/52: menembakkan AGM-45 Shrike, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, dan bisa membawa LANTIRN. Komputer pada Blok 20 diperbarui secara signifikan, dengan kecepatan proses 740 kali lipat, dan memori 180 kali lipat dari Blok 15 OCU.
Selain memiliki varian berbeda, pesawat ini pun memiliki karakteristik hingga persenjatan yang berbeda disetiap unitnya, akan tetapi disini hanya akan dibahasa mengenai karakteristik hingga persenjataan milik F-16 Fighting Falcon yang merupakan salah satu pesawat tempur milik Indonesia, berikut penjelasanya:
·         Karakteristik Umum :
a.       Kru: 1
b.      Panjang: 49 ft 5 in
c.       Lebar sayap: 32 ft 8 in
d.      Tinggi: 16 ft
e.       Luas sayap: 300 ft²
f.       Airfoil: NACA 64A204 root and tip
g.      Bobot kosong: 18,238 lb
h.      Bobot terisi: 26,463 lb
i.        Bobot maksimum lepas landas: 42,300 lb
j.        Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
k.      Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
·         Kinerja: :
a.       Laju maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
b.      Radius tempur: 340 mi on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
c.       Jarak jangkau ferri: >3,200 mi
d.      Batas tertinggi servis: >55,000 ft
e.       Laju panjat: 50,000 ft/min
f.       Beban sayap: 88.2 lb/ft²
g.      Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095

·         Persenjataan: :
a.       Senjata api: 1 unit M61 Vulcan gatling gun kaliber 20 mm (0.787 in), 511 putaran
b.      Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
c.       Rudal: Air-to-air missiles: 6× AIM-9 Sidewinder, 6× AIM-120 AMRAAM, 6× Python-4. Air-to-ground missiles: 6× AGM-65 Maverick, 4× AGM-88 HARM, 4× AGM-119 Penguin
d.      Bom: 2× CBU-87 cluster, 2× CBU-89 gator mine, 2× CBU-97, 4× GBU-10 Paveway, 6× GBU-12 Paveway II, 6× Paveway-series laser-guided bombs, 4× JDAM, 4× Mk 80 series, B61 nuclear bomb
Tulisan diatas merupakan penjelasan mengenai pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang di milki oleh Indonesia dan merupakan buatan dari Amerika. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui tentang alutista atau persenjatan yang dimiliki oleh negara kita Indonesia.

Artikel Terkait