Tips Menjaga Stamina agar tetap Prima saat Mendaki Gunung



http://www.infobdg.com/v2/wp-content/uploads/2014/12/pendaki-gunung.jpeg

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang dapat dikatakan sangat extrime (berbahaya) yang sedikit orang beranggapan mustahil uuntuk melakukanya, akan tetapi bagi sebagian orang mendaki gunung merupakan suatu hal yang sangat menyenangkan dikarenakan dengan melakukan pendakian kita merasa sangat dekat dengan alam dan dapat membantu kita untuk mengatasi rasa takut yang ada di diri kita sendiri.
Bagi para pendaki proses mendaki gunung dapat dikatakan sebagai hal yang cukup menyenangkan sekligus dapat dikatakan mendebarkan. Hal ini dikarenakan dalam proses pendakian kita dapat menjumpai hal-hal yang tidak dapat diprediksi oleh kita sendiri, seperti: bertemu dengan binatang buas, cuaca yang tidak mendukung untuk melanjutkan perjalanan, dan banyak hal lainya lagi.
Walupun dapat dikatakan melelahkan akan tetapi pendakian menurut sebagian orang merupakan hal yang sangat dirindukan, karena didalam proses perjalananya kita dapat melihat kebesaran dan keindahan dunia, Namun harus di ingat pula proses pendakian gunung memiliki resiko tersendiri antara lain sejumlah penyakit yang dapat mengintai anda tanpa sepengetahuan diri sendiri mulai dari yang ringan hingga yang dapat menyebabkan kematian.
Untuk mencegah serta meminimalisir kondisi seperti itu ada baiknya dalam proses pendakian kita harus meyiapkan hal-hal seperti berikut:
1.      Cukup air sepanjang perjalanan untuk mencegah dehidrsi.
Pendakian gunung merupakan salah satu kegiatan yang cukup menguras kondisi tubuh, hal ini berakibat tubuh menguluarakan keringat yang sangat banyak walaupun udara dipegunungan terbilang sangat dingin tetapi tanpa disadari tubuh mengeluarkan banyak keringat. Keringat ini yang dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi atau kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Jika dibiarkan dehidrasi akan berakibat fatal bagi kita.
Jika pada hari biasa kita biasanya mengkonsumsi air mineral sekita 2 liter/hari, maka ada baiknya saat pendakian mengkonsumsi air sekitar 6-7 liter ini berguna untuk menjaga kondisi cairan tubuh kita. Selain air mineral ada baiknya kita menyapkan cairan isotonik dan minuman hangat seperti kopi atau coklat hangat ini juga berguna unutuk memulihkan stamina kita.
2.      Melakukan Peregaganan dan pemanasan otot sebelum dan sesudah pendakian
Sama halnya pada saat kita akan melakukan kegiatan olahraga pada saat pendakian pun hal ini diperlukan. Hal ini untuk mengatisipasi otot-otot tubuh agar tidak tegang dan mengalami kram saat pendakian, Selain itu juga melakukan pemanasan sebelum mulai mendaki terutama di bagian sendi bisa membantu mencegah terkilir atau keseleo.
3.      Jika melakukan pendakian pada siang hari sebaiknya kulit terhindar dari sinar matahari secara langsung.
Sinar matahari memang dapat dikatakan sangat berguna bagi tubuh kita, namua dipegunungan seorang pendaki sangat rawan terkena papran sinar matahari langsung hal ini dapat mengakibatkan kulit dapat rusak dikarenakan terpapar secara langsung oleh sinar ultraviolet.
Ada baiknya jika melakukan pendakian disiang hari menggunakan pakaian yang tertutup dan topi hal ini berguna untuk menghindari sinar matahari yang dapat membuat kulit rusak dan hendaklah berjalan di tempat yang teduh jika itu memungkinkan.
4.      Persiapan cukup memadai untuk mencegah cuaca buruk dan dinginnya udara gunung bisa menimbulkan hipotermia.
Tidak dapat dipungkiri jika dinginnya udara di atas gunung serta cuaca buruk bisa menjadi masalah bagi pendaki. Sadar atau tidak  pakaian dapat basah karena keringat. Hal ini dapat mengakibatkan masuk angin, bahkan sampai hipotermia.
Untuk menghindari hipotermia yang mengintaimu selama mendaki, sebaiknya menyiapkan beberapa persiapan:
a.       Beberapa hari sebelum mendaki, cobalah simulasikan udara gunung di rumahmu. Bisa dengan mengeset AC ke suhu yang rendah, menggunakan kipas angin, atau tidur di ubin. Jangan melawan hawa dingin yang menyergap, anggap aja itu suhu normal. Lama-lama, tubuhmu akan terbiasa.
b.      Saat mulai mendaki, jangan buru-buru mengenakan pakaian hangat atau berlapis-lapis. Biarkan dulu tubuhmu menyesuaikan diri dengan udara gunung betulan.
c.       Hindari menggunakan kaos berbahan katun sebagai layer pertama. Meski udara dingin, saat mendaki kamu akan tetap berkeringat. Kaos yang basah akan mudah memerangkap udara dingin; kamu bisa semakin rentan terkena hipotermia. Pilih kaos berbahan polyester yang mudah menguapkan keringat.
d.      Bawa pakaian ganti secukupnya. Kalau bajumu basah karena hujan atau keringat, sebaiknya segera ganti dengan kering. Selain itu, jangan lupa bawa jaket dansleeping bag yang dilapisi polar atau bulu angsa yang efektif memerangkap panas.
e.       Siapkan poncho dan plas chamois. Pastikan poncho atau fly sheet berada di tempat yang mudah dijangkau agar sewaktu-waktu bisa kamu manfaatkan sebagai bivak darurat yang melindungimu dari hujan. Plas chamois bisa kamu gunakan untuk mengeringkan pakaianmu yang basah.
5.      Agar rasa lelah dan kedinginan tidak mendekat, konsumsi makanan sehat dan buah-buahan selama pendakian.
Saat melakukan kegiatan pendakian tubuh kita membakar banyak sekali kalori dari biasanya, agar tetap menjaga tubuh tetap hangat saat pendakian dan memulihkan rasa lelah dengan cepat ada baiknya kita menyiapkan bekal makanan yang akan di makan nanti. Ada beberapa makanan yang baik dikonsmsi saat kita melakuakan pendakian gunung yaitu:
a.       Untuk cemilan
Untuk makanan ringan seperti cemilan yang baik saat melakukan pendakian seperti buah-buahan yang mengandung banyak karbohidrat contohnya pisang. Atau dapat mengkonsumsi multivitamin saat pendakian yang berguna untuk menjaga kondisi tubuh saat melakuakan kegiatan pendakian gunung.
6.      Jangan bernafsu segera mencapai puncak. Nikmati perjalananmu pelan-pelan biar gak mengalami mountain sickness.
Saat melakuakn pendakian, secara fisiolgis tubuh untuk melakukan penyesuaian. Hal ini diperlukan, apalagi jika mendaki di atas ketinggian 2.500 meter dpl karena kondisi tekanan udara dan kadar oksigennya jauh berbeda dengan di dataran rendah.
Jika anda tidak dapat menyesuaikan kondisi tubuh dengan sempurna maka secara otomatis anda mengalami penyakit mountain sickness atau altitude sicknessdi atas gunung. Gejalanya mulai dari mual, pusing, hilang nafsu makan, lemas, sampai sesak napas. Kalau dibiarkan, penderitanya bisa kehilangan nyawa. Untuk mencegahnya, jangan terburu nafsu untuk mendaki ke puncak meski tubuhmu kuat. Lakukan pendakian tidak lebih dari ketinggian 300m tiap harinya biar tubuhmu bisa menyesuaikan diri dengan baik.
7.      Selalu bawa obat-obatan pribadi serta P3K.
Selama melakukan kegiatan pendakian hendaklah membawa kotak P3K atau kotak pertolongan pertama, hal ini dapat berguna jika suatu saat kita mengalami kejadian yang tidak di inginkan seperti kkecelakanan saat pendakian.
8.      Jika sudah sampai puncak sebaiknya memanjatkan doa kepada yang maha kuasa.
Sebelum dan sesudah melakukan pendakian ada baiknya melakukan atau memanjatkan doa terlebih dahulu hal ini bertujuan untuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada Tuhan selama kegiatan pendakian dan hal ini juga dapat mengsugesti pikiran kita agar tetap tenang dalam pendakian serta menjaukan hal-hal yang tidak di inginkan.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit-penyakit yang mengintai selama mendaki gunung. Atau tips yang membantu untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima saat pendakian yang akan atau sedang dilakukan.





Artikel Terkait